Tampilkan postingan dengan label pearl jam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pearl jam. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 16, 2008

Vedder Solo Tour



Di bulan April dan Agustus, Eddie Vedder baru saja menuntaskan solo tournya. Ini merupakan kali pertama vokalis pearl jam ini melakukan solo tour lumayan panjang. Solo ini terutama untuk lebih mengapresiasikan materi-materi album OST Into the Wild yang banyak mendapat pujian dan menggondol Golden Globe Award. Selain materi ITW, eddie juga membuka katalog musiknya yang kaya dalam solo tour tersebut. Tercatat materi-materi unreleased seperti Sattelitte dan Broken Hearted, cover song seperti Ship Song, Trouble, Hide Your Love, Let My Love open Door sampai materi2 Pearl Jam ikut dimainkan. Sayangnya policy dari Ten Club menetapkan bahwa solo tour tidak boleh direkam dalam bentuk audio, apalagi video. Akibatnya, banyak fans yg kurang beruntung kayak kita2 yg tinggal di indonesia ini hanya bisa gigit jari. Beruntunglah ikatan Jamily sangat kuat antara fans pearl jam seluruh dunia, melalui beberapa forum dan milis, saya bisa mendapatkan beberapa rekaman solo tour PJ. Memang kualitasnya adalah bootleg audience, tidak sebening official Bootleg PJ, tapi kualitasnya cukup bagus dan listenable krn show nya akustik dan akustik ruangan rata-rata bagus..
.

So, biar gak pada penasaran, silakan di unduh bbrp highlight song dibawah ini.

1. Hurt (cover Nine Inch Nails)
http://www.mediafire.com/download.php?mzjzxjw259q

2. Hurt (versi asli dr album Downward Spiral) - Nine Inch Nails buat perbandingan
http://www.mediafire.com/download.php?vl1jnz25cmf

3. Walking the Cow (Daniel Johnston cover)
http://www.mediafire.com/download.php?42g0lzm3lzf

4. Ship Song (Nick Cave cover)
http://www.mediafire.com/download.php?yjm39zue1dm

5. Believe You Me - No More (Bad Radio dan OST Body of War), BYM hanya teaser dan udah lama gak pernah dibawain sama eddie
http://www.mediafire.com/download.php?fvjdujfbgjl

6. Broken Hearted (unrelease)
http://www.mediafire.com/download.php?mlbbhndn9m2

7. Betterman (lullaby version), kerennnnn....pasti kaget deh dengernya...
http://www.mediafire.com/download.php?rsytq1wilmz

8. Satelitte (unrelease)
http://www.mediafire.com/download.php?gjjxqazvy2n

9. Helpless (Neil Young cover)
http://www.mediafire.com/download.php?c6u39wdlvri

10. If you want to sing out, sing out (unknown) wah ini lupa lagu sapa ya
http://www.mediafire.com/download.php?2wv5layflwn

11. Someday we'll go all the way (chicago cubs songs)
http://www.mediafire.com/download.php?iwnytdjlvwg

Cukup kan buat nemenin nunggu bedug...
Enjoy, dan please keep untuk kalangan sendiri aja ya....jgn di posting ke forum-forum luar...

Senin, Juni 16, 2008

Who You Are revival!




Who You Are, salah satu lagu yang menjadi single pertama album Pearl Jam "No Code". Sekaligus bukti awal sabotase karir paling wahid yang dilakukan pearl jam sendiri. Bagaimana tidak, dimasa PJ sedang top-topnya dengan musik rock keras ala spin the black circlenya, malah rilis single yg musiknya cenderung ke world musik, walaupun tetap dgn sentuhan duo gitar khas pearl jam. Kabarnya, lagu ini terinspirasi hubungan eddie dgn nusrat fateh ali khan...
Padahal di No Code ada lagu Hail hail or Habit (yg ironisnya cuma di taro di B-sidenya singel Who You Are...). Faktor unik lain dr lagu Who You Are adalah ritme drum khas Jack Irons, yg konon udah ada di kepala jack sejak dia kecil. Kayaknya jelas gak ada drummer lain yg bisa bikin ketukan dan sound yg sama kayak jack di Who You Are ini. Lagu Who You Are sendiri seingat saya pernah nge-hits di beberapa radio Jakarta, walaupun gak lama, masih pada ingat?

Berhubung JAck Irons keluar dr PJ sejak 1998, dan posisinya di gantikan oleh Matt Cameron, maka terkubur beberapa lagu trademarknya Jack spt In My Tree, Color Red, dan off course Who You Are. Tahun 98, Matt udha berani bawain Given To Fly, tentu saja dgn sentuhannya sendiri. Baru di tahun 2003, Matt dan PJ guys reworked In My Tree, yg ternyata malah membawa keunikan sendiri. PJ memang hebat kalo soal gini.

Bagaimana dgn Who You Are? well kalo gak salah terakhir di mainin secara live tahun 1996, pernah kononnya dibawain pas Soundcheck tahun 2000-an tp gak pernah jadi dibawakan. Barulah pada tahun 2008 ini, di tengah masa istirahat antar album, pearl jam mulai buka2 katalog lamanya. Dan nampaknya, Who You Are jadi pilihan Eddie. Thanks God, dgn di hidupkannya program official bootlegs setelah sempat vakum di tahun 2007, kita dapat mendengarkan lagu Who You Are yang dibawakan tanggal 11 Juni 2008 kemarin, tepatnya di West Palm Beach. Berdasarkan mp3 yg saya download, Matt Cameron kembali menunjukkan kepiawaiannya, tanpa harus terpaku dgn pola tribalnya Jack yg super khas, Matt mampu berimprov dgn roll cepat dan variasi gebukan dan pedal yang mantap. Who You Are jadi lebih Powerfull. Stone pun mengiringi dengan gitar akustik yg sangat jelas kedengaran. Dan di akhir lagu, Eddie beri sedikit improv vokal "you are who, who are you, who you are, are you who? " clever dan manis sekali....

For you listening pleassure, ini Who You Are live at West Palm Beach 2008, straight from Pearl Jam official mobile Bootleg.

http://www.mediafire.com/?uwgsygyyjgn

Untuk videonya, liat disini:

Selasa, Mei 27, 2008

Out of my mind

Setelah lama tidur (karena blognya di kunci sementara oleh blogspot), akhirnya selai mutiara dibuka kembali.



Posting pertama adalah:


Yg belum punya or belum denger Out of My Mind, nih mp3nya:

http://www.mediafire.com/?xgxyiwze0n9

Straight rip from my Not For You CD Single.

Jumat, Juni 29, 2007

Pearl Jam and Incubus In the Park

Ini adalah report dari Retno, member PJ.Id yang bermukim di Belanda. 26 Juni lalu, dia berkesempatan menonton konser Pearl Jam di Nijmegen, yang juga diikuti oleh band favorit Retno selain PJ, yakni Incubus. Kings of Leon serta Perry Farrell' Satellite Party juga terjadwal membuka konser Pearl Jam dan Incubus yang diselenggarakan di sebuah taman kota tersebut. Here's the report:

***

Halo semua,

Aku masih dalam suasana euforia kemaren, gara-gara nonton Incubus sekaligus Pearl Jam..hehe. Pembuka konser Pearl Jam kali ini menampilkan Perry Farrel's Satellite Party (sayangnya kelewatan nonton), Kings of Leon serta Incubus. Aku dan rombongan kecil (suami dan teman dari Hungaria yang nonton lagi, setelah nggak puas nonton PJ di NovaRock festival di Wina, Austria) hanya kebagian buntut Kings of Leon. Untungnya, di lagu terakhir mereka ngundang Eddie Vedder untuk jadi backing vokal buat lagu mereka. Bahkan di sepanjang konser
Eddie memakai kaos Kings of Leon. Sweettt....

Untuk laporan konser Incubus rasanya kurang appropriate dimasukin sini (milis PJId), mungkin lebih tepat di milis incubus_echoes saja. Tapi secara sekilas ini setlist dari Incubus:

Setlist: Nice to Know You, A Kiss to Set Us Off, Anna Molly, Circles, Drive (full band after 2nd verse), Warning, Love Hurts, Earth to Bella Part 1, Megalomaniac (with long, loud intro), Are you In, Pistola (with break and long guitar/noise solo), Wish You Were Here

Sebagai penggemar Incubus, aku ngarepin Privilege dimainin, tapi wajar jika akhirnya mereka banyak mainin beberapa lagu dari album baru untuk promosi, seperti Love Hurts yang lebih masuk di telinga Eropa. Sayangnya Incubus nggak main bareng PJ.

Kembali ke konser Pearl Jam, overall setlist yang dimainkan meliputi:
Main Set: Release, Go, Hail Hail, World Wide Suicide, Whipping, Do The Evolution, Given To Fly, Not For You, Wishlist, Even Flow, Insignificance, Unemployable, Jeremy, Nothingman, Better Man/Save It For Later, Corduroy, Why Go
1st Encore: Comatose, Daughter/Another Brick In The Wall Part 2 (original by Pink Floyd)/War (original by Edwin Starr), Leash, Rearviewmirror
2nd Encore: No More, Blood, Alive, Rockin' In The Free World (original by Neil Young), Yellow Ledbetter

Sedikit cerita dibalik jalannya konser, sebelum lagu Betterman Eddie bercerita tentang peringatan meninggalnya 9 fans (salah satunya disebutkan namanya) di tragedi festival Roskilde, Denmark 7 tahun yang lalu. Sejak peristiwa tragis itu mereka lebih menghargai arti hidup. Keluarganya fan yang disebutin namanya kebetulan hadir di konser ini. Kakak perempuan fan itu me-request lagu "Betterman" untuk mengenang adiknya. Damn, langsung merinding waktu denger intro Betterman. Terharu man!!!

Secara keseluruhan penampilan mereka kemaren juga top banget. Jika dibandingkan dengan konser di Arnhem tahun lalu, rasanya jauuuhh!!

Oya, di 2nd Encore terdapat lagu "No More" yang merupakan lagu terbaru ciptaan Eddie Vedder dan bekas serdadu Amerika di Irak. Dia bilang dia lebih tahu tentang kondisi perang ketika ngobrol dengan serdadu tersebut daripada membaca beribu-ribu berita di koran dan nonton CNN..hehe. Ed juga bilang di konser ini pertama kalinya lagu ini dinyanyiin di Belanda.

Enjoy this 40s Video:
Pearl Jam
Incubus

Retno

***

Thanks a lot ke ses Retno atas review dan share-nya yak. Ditunggu kabar selanjutnya dari Belanda!

Rabu, Juni 06, 2007

Great Gig for Maniacs


Apa yang disuguhkan dari sebuah konser tribute? Yang paling utama adalah untuk "menyalurkan" hasrat sembari berharap band yang di-tribute mengadakan actual show. Dan seberapa besar hasrat itu bisa dilihat dari antusiasme penampil dan penonton yang terangkum dalam satu kata: maniak!

SELEPAS penyelenggaraan Pearl Jam Nite 2, Desember tahun lalu, muncul banyak pertanyaan mengenai event ketiga. Biasanya seputar konsep acara yang dalam dua kali penyelenggaraan hampir dalam konteks yang sama: 5 atau lebih band membawakan lagu-lagu Pearl Jam. Banyak kritik yang masuk ke panitia pada waktu itu, bahwa dengan banyaknya lineup, maka mood penonton yang sudah terlanjur "tune" dengan salah satu band bisa menurun ketika band berikut kurang mampu menampilkan performa terbaiknya.

Untuk penyelenggaraan ketiga, cukup tiga band yang didaulat membawakan lagu-lagu sakral dari Pearl Jam. Dua band asal kota kembang, Bandung - yang menjadi kota tuan rumah acara - , Zu dan Junkhead mendapat mandat. Ditambah dengan alumnus hajatan pertama di 2005, Dua Sisi, yang mengisi jatah seleksi panitia. Zu adalah band independen asal Bandung yang tengah bergairah meniti karir di dunia musik Indonesia selepas launching mini album mereka. Sementara Junkhead melegenda di kancah lokal sebagai pengibar bendera "Seattle Sound", meski vakum 2 tahun dan reuni khusus untuk acara Pearl Jam Nite 3. Dua Sisi sendiri masih bergulat dengan demo album mereka, selepas mini album mereka launching di akhir 2005 lalu.

So, the set is up and the event is running. Sebelum hari H, panitia menyebar brosur tentang acara ini ke penjuru Bandung dan lewat bombardir internet. Sayang, publikasi yang sudah berjalan bagus justru menjadi bumerang. Venue awal, JB's Fun Bar, Hyatt Bandung tiba-tiba membatalkan kesepakatan menjadi tuan rumah 3 hari menjelang event! Terlanjur sebar, panitia membuat arrangement mendadak dengan Classic Rock, sebuah bar di bilangan Braga Bandung. Pemberitahuan hanya disusulkan melalui notifikasi sms dan imel dua hari menjelang. Sangat terlambat, apalagi dari pengamatan lebih dari separuh brosur yang disebar di distro-distro dan spot komuniti lain di Bandung ludes. Logisnya, harapan akan membludaknya antusiasme barudak ke event menjadi makin jauh, dan yang paling mungkin adalah membuat acara yang berkenan bagi siapapun yang membaca perubahan venue dan datang ke Classic Rock.

Venue Classic Rock, sempit tetapi malah menjadi keuntungan akibat hilangnya potensial audiens yang tidak tahu perubahan venue. (photo: AWANG)

Beruntung, Classic Rock adalah sebuah bar yang tidak terlalu besar. Di bangunan yang didominasi imej dan memorabilia musisi almarhum Jim Morisson dan Jimi Hendrix ini hanya mempunya space sekitar 6 x 3 meter persegi untuk stage ditengah flow ruang menuju bar dan lantai atasnya. Di depan stage, terpisah jalan selebar satu setengah meter, berderet bangku pub yang menempel ke dinding. So small, yet so intimate. Jarak panggung dengan audiens sangat dekat, membawa ke show "personal". Mirip dengan pub-pub di Seattle yang menjadi setting lahirnya gelombang musik alternatif di akhir 80-an.

Pukul 19.30, massa mulai berdatangan. Rata-rata adalah wajah-wajah familiar dari komunitas PJ.Id yang melek dengan perubahan venue. Usut punya usut, pihak JB's Fun ternyata menolak mem-forward (atau sekedar menempel informasi perubahan venue) calon audiens yang terlanjur ke sana. But the show must go on. Tepat di angka 8, jam berdentang seiring dengan gemuruh audiens menyambut Zu membuka acara dengan deru bas dan ritem yang mengiringi lagu Animal. Ini adalah kali pertama mereka membawakan lagu-lagu Pearl Jam. Jadi, vokalis Zu harus membagi konsentrasinya dengan bermain bass sekaligus sesekali melirik catatan lirik lagu yang terpampang di depannya. Amazingly, so smooth dan mampu menciptakan euforia kecil di kalangan audiens yang mulai beranjak ke angka 30-an kepala. Lagu berikut, Rearviewmirror dan Wishlist mengawal ke sebuah intro yang familiar dengan audiens...

Vokalis-bassis Zu, membuka acara dengan performans perdana mereka membawakan lagu Pearl Jam. (photo: ADE RIDWAN)

World Wide Suicide dari album terbaru dinyanyikan dan memicu apresiasi penonton. Di hajatan PJ Nite 2 lalu, lagu ini jadi satu-satunya wakil "Avocado" dan dibawakan di awal acara. Tetapi di sini, penonton jauh lebih aware untuk menyanyikan bait demi bait lagu yang mengecam kebijakan George W. Bush tersebut bersama vokalis Zu.

It's the same everyday in a hell man-made What can be saved, and who will be left to hold her? The whole world...world over. It's a world wide suicide

Bunuh diri massal itu akhirnya ditutup dengan riff lagu Even Flow. Nomor klasik dari album epik Ten yang menjadi debut awal Pearl Jam di blantika musik internasional. Applaus layak diberikan kepada Zu atas pilihan setlist unik mereka (2 album Versus, dan masing-masing satu Yield, Ten dan Pearl Jam). Mereka menandai debut membawakan Pearl Jam dengan apik dan harapan kian membumbung menyambut band kedua, Dua Sisi.

Dua Sisi mempersiapkan pertunjukan mereka dengan setting serius. Andra, vokalis dan gitaris band asal Jakarta ini membuka dengan dialog ke audiens sembari keyboard dipersiapkan. Keyboard menjadi instrumen wajib Pearl Jam akhir-akhir ini setelah "klik" antara Kenneth "Boom" Gaspar dan Vedder cs. Dua album terakhir memiliki warna dominan di instrumen kembangan piano ini. Hal itu memicu asumsi penonton jika Dua Sisi mungkin akan memilih setlist yang banyak memuat lagu dari dua album terakhir.

Dua Sisi, veteran PJ Nite 1, kali ini menjadi headliner dengan 8 lagu sekaligus dalam satu show. (photo: ADE RIDWAN)

Pendapat itu ada benarnya ketika 3 nomer sekaligus, yang membuka show mereka, dicomot dari dua album terakhir. Severed Hand membuka dengan efek suara kibor yang disahut oleh deru drum dan ritem gitar. Lagu kedua adalah Life Wasted yang notabene merupakan nomor pembuka album terakhir Pearl Jam (rilis tahun 2006 lalu). Lagu itu disusul dengan Save You yang merupakan gacoan dari album Riot Act (rilis 2003). Setelah berselang balada Black yang dinyanyikan secara koor oleh audiens (mungkin sudah mulai mencapai 50-an pengunjung), kibor kembali beraksi dengan "rarity" Army Reserves. Lagu ini sontak mendapatkan apresiasi lebih dari die-hard fans. Bisa dihitung jari pengunjung yang turut bernyanyi. Setelah "terasing" dengan balada keluarga prajurit Irak tersebut, getaran intro dari lagu pembuka album Yield bergaung di ruangan yang relatif kecil. Brain of J turun dengan power full yang dibawakan Andra cs. sambil terselip riff reggae di interlude lagu.

and by name the name they gave me the name i'm letting go...

Deru drum segera menimpali teriakan Andra. Drummer Dua Sisi, Iit, bermain sangat prima dengan memberi energi dibalik ketukan-ketukannya. Hal itu kentara ketika membuka lagu Insignificance dengan deret riff drum sebagai wakil dari album keenam, Binaural (rilis 2000). Selain di Brain of J, Iit memberi ketukan-ketukan ala Jack Irons di lagu-lagu yang justru mulai identik dengan Matt Cameron. I Got Shit menutup sesi Dua Sisi, meski mendapatkan request untuk membawakan Jeremy, tetapi patuh pada rundown panitia yang memang hanya dibatasi sampai jam 22.00 sebelum band reguler Classic Rock tampil.

Headliner dipersiapkan di akhir acara. Junkhead yang tenar di Bandung dengan imej Seattle Sound-nya membuka dengan Grievance. Disusul dengan Breath yang ternyata mendapatkan banyak respon positif dari penonton. Lagu-lagu era lama memang selalu melekat di hati pecinta rock pada umumnya, sehingga lagu seperti Breath yang berada di kompilasi legendaris OST Single tersebut sangat populer. Selepas Breath yang menuntut oktaf tinggi, Junkhead reses sejenak untuk mengantar Indifference sebagai lanjutan. Lagu ini adalah salah satu lagu paling kalem dari Pearl Jam, sehingga penonton larut dalam suasana dengan bernyanyi bersama. Terutama pada bagian:

I swallowed poison until I grow immune I will scream my lungs out, till it fills this room

Ruang sempit Classic Rock memang seperti penuh dengan ceceran paru-paru audiens yang meneriakkan bait tersebut sekuat tenaga.

Selepas lagu itu, suasana mosh-pit menghangat ketika intro Porch membahana. "Riot act" akhirnya pecah mengiringi lagu dari album perdana Pearl Jam. Slam dance menjadi pemandangan umum di bibir stage yang mungkin hanya menyisakan lebar semeter bagi pengunjung yang ingin "aman". Umumnya mereka beringsut ke tepi panggung. Junkhead terus memanaskan mosh-pit ketika Why Go mengikuti Porch. Gitaris Junkhead bermain sangat prima untuk menghantarkan melodi ala Mike McCready, bahkan sampai ke karakteristik sound-nya! Mungkin karena terlalu prima juga, sehingga jelang lagu berikut, ampli gitarnya feedback dan terpaksa direparasi sejenak. Tanpa memberi kesempatan crowd beristirahat, Junkhead lanjut dengan sesi minus lead dalam lagu State of Love and Trust yang dibantu oleh Yana "Marvell". Di pertengahan lagu, lead kembali muncul untuk mengiringi koor "nanananana" yang menjadi trademark nomor dari soundtrack film Single ini.

Yana "Marvell" dan Junkhead, menutup sesi Junkhead dan membuka sesi Jam-Session. (photo: AWANG)

Di tengah request untuk terus melanjutkan setlist, Junkhead memberi bocoran bahwa lagu berikut merupakan lagu terakhir. Meski disambut dengan teriakan kecewa audiens, tetapi intro Alive mengalun dan membuai penonton untuk sejenak lupa bahwa show itu akan segera berakhir. Koor terjadi kembali layaknya konser Pearl Jam betulan dengan teriakan dan kepalan di riff akhir Alive. Sayang memang, waktu yang dibatasi membuat penonton yang notabene tengah berada di klimaks mood menjadi kecewa. Guna mengobati kekecewaan tersebut, jam session diadakan. Drummer dan bassist Junkhead tetap di stage, sementara lead gitar dipegang oleh Olit, personel band Alien Sick (Jakarta) sementara vokal dirangkap oleh Andra dan Yana yang juga membantu ritem. Betterman mengalun menuntun pada koor audiens. Usai berdendang lagu gubahan Vedder sebelum di Pearl Jam tersebut, request penjaga tiket akhirnya dikabulkan. Lagu yang bercerita tentang bunuh diri remaja bernama Jeremy segera terlantun menutup show singkat bertajuk Pearl Jam Nite 3. Lantun bersama lagu yang menjadi videoklip perdana Pearl Jam tersebut menjadi resume dimana show yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan ini berakhir.

Total durasi sekitar 2 jam sharp! Sayang memang, tetapi itu juga sudah maksimal dengan adanya pembatalan venue awal dan sebagainya. Secara positif, justru jika acara dibawakan di Hyatt, intimacy dari show malah tidak akan terjadi. Dan dengan venue yang kecil, 80-an pengunjung yang hadir akan merasa familiar dan bisa lepas ketika mereka ber-slam dance ria di atas moshpit yang sekaligus merupakan ruang satu-satunya tersisa dari Classic Rock. Seperti biasa, di akhir acara komunitas kecil ini selalu berkumpul sejenak sambil menguapkan pertanyaan yang klise: acara selanjutnya dimana dan kapan?

Yang jelas, dua jawaban terbuka sudah. Satu, jika di Bandung, dengan preparasi yang lebih baik tentu akan menjadi lebih "meriah" mengingat hegemoni Seattle Sound masih lekat di kota Kembang tersebut. Dan dua, melihat antusiasme audiens, Pearl Jam Nite 4 tentu akan diadakan kembali! Atau justru akan disela oleh konser dari the real deal, Pearl Jam? Well, keep our fingers crossed, karena kompilasi video dari trilogi Pearl Jam Nite tengah meluncur ke TenClub Management Headquarter di Seattle sana. Bukan tidak mungkin, atmosfer kerinduan terhadap survivor satu-satunya dari scene yang beken dengan nama grunge ini akan menjadi dorongan kuat bagi manajemen Pearl Jam untuk konser di Indonesia. Geliatnya sudah ditunjukkan barudak Bandung, menimpali sukses dua show sebelumnya di Jakarta.

Zu, Dua Sisi dan Junkhead rasanya menjadi mediator yang pas bagi semua yang menyaksikan malam itu bahwa yang berkumpul di Classic Rock, 2 Juni 2007 adalah sekumpulan maniak. Dalam arti positif, mereka membawa energi positif untuk menarik kuintet asal Seattle yang mereka gilai, Pearl Jam. It's such a positive effort.

Brosur design by Windo. For more photos, please visit: Ade Ridwan and Awang website.